resume BAB 4



BAB 4
KONSEP FAKTA, DATA DAN INFORMASI

A.    Konsep Dasar Fakta
1.      Pengertian Fakta
Fakta adalah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan sudah menjadi suatu kenyataan.
Fakta sering diyakini orang banyak sebagai hal yang sebenarnya, baik bagi yang telah mengalami kenyataan dari dekat maupun karena dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhya.(Glenview, IL,Scott,Foesman,1986: 51-52).
Dalam istilah keilmuwan Fakta adalah hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi pada semua orang.
Dilar ruang lingkup keilmuwan, fakta sering juga dihubungkan dengan:
a.       Hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas;
b.      Kebiasaan yang diamati secara berulang;
c.       Sesuatu yang dianggap actual;
d.      Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai alat interprestasi lanjutan;
e.       Informasi mengenai subjek tertentu;
f.       Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau  makna.
2.      Arti fakta dan teori dalam sains
a.       Fakta
Fakta ilmiah adalahdeskripsi akurat tentang apa yang teramati atau pernyataan objektif yang dapat dikonfirmasi. Contoh :
1)      Adalh fakta bahwa magnet menarik benda-bendatertentu.
2)      Adalah fakta bahwa butiran zat cairair yang jatuh di udara berbentuk bulat
3)      Adalah fakta bahwa pelangi terdiri atas beberapa warna.
b.      Konsep
Konsep sains adalah rumusan akal atau gagasan umum tentang objek atau kejadian yang didasarkan pada sifat-sifat objek atau kejadian tersebut.Contoh :
1)      Bahwa magnet dapat menarik benda-benda tertentu adalah fakta tetapi pada setiap magnet ada tempat atau bagian yang memiliki kekuatan yang paling tinggi,, ini melahirkan kutub magnet
c.       Prinsip
Prinsip sains adalah rumusan ata generalisasi hubungan fakta dengan konsep. Prinsip lebih bersifat analitik bukan sekedar empiric.
Contoh :
1)      Udara yang dipanaskan memuai. Ini adalh contoh prinsip sains yang menghubungkan konsep udara, panas, dan pemuaian.
d.      Hukum \
Hukum adalah prinsip-prinsip khusus yang diterima secara meluas setelah melalui pengujian berulang.
Contoh :
1)      Energy tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi hanya dapat dialih bentukkan.
e.       Teori
Teori ilmiah adalah penjelasan umum atau model imajinatif tentang hubungan antara fakta, konsep, dan prinsip-prinsip. Teori ini digunaka untuk memudahkan atau memprediksi fenomena alam.
Contoh:
1)      Teori big bang : alam semesta, galaksi, dan bintang serta tata surya terbentuk melalui pristiwa dentuman besar..
2)      Teori evolusi : semua sspesies makhluk hidup berkembang dari leluhur yang sama.
3.      Pengertian Teori dan Fakta
Teori adalah sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematik dalam gejala social atau natura yang dijadikan pencermatan. Teori merupakan abstrak dari pengertian atau hubungan dari proposisi atau dalil.
Tterdapat 3 hal yang perlu diperhatikan dalam mencermati  lebih jauh mengenai teori, yaitu:
a.       Teori adalah sebuah set proposisi yang terdiri atas konstrak yang sudah didefinisikan secara luas dan dengan hubungan unsure-unsur dalam set tersebut dalam secara jelass;
b.      Teori menjelaskan hubungan antar variable atau antar konstrak sehingga pandangan yang sistematik dari  fenomena yang diterangkan oleh variable dengan jelas terlihat.
c.       Teori menerangkan fenomena dengan cara mengsfesifikasi variable satu berhubungan dengan variable lain.
4.      Teori sebagai  alat ilmu
Teori dinyatakan pula sebagai alat dari ilmu, sedangkan perannya sebagai berikut:
a.       Mendenisikan orientasiutama dari ilmu dengan cara memberikan definisi terhadap jenis-jenis data yang akan dibuat..
b.      Teori memberikan rencana konseptual, dengan rencana fenomena-fenomena yang relevan disisteatiskan, dan dihubung-hubungkan
c.       Teori meberikan ringkasan terhadap fakta dalam dengan bentuk generalisasi empiris dan sistem generalisasi..
d.      Teori memberikan prediksi terhadap fakta.
e.       Teori memperjela celah-celah dalam pengetahuan kita.
Pada hakikatnya fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris.fakta dalam prosesnya kadang-kadang dapat menjadi sebuah ilmu manakala dihasilkan secara random saja.
Istilah lain adalah hukum. Teori berbeda dalam hal keumumannya. Teori big bang misalnya, mengenai sebuah peristiwa tunggal yang unik. Ia tidak umum sama sekali walaupun mengenai seluruh alam.
5.      Hubungan teori dan fakta
Hubungan teori dan fakta dapat  divisualisasikan sebagai berikut:
a.       Teori memprediksikan fakta: penyingkatan fakta-fakta yang dilakukan oleh teori akan menghasilkan uniformitass dari oengamatan-pengamatan.dengan adanya uniformitas, dapat dibuat kecil jangkauan prediksi (ramalan) terhadap fakta-fakta yang akan datang dengan kata lain bahwa sebuah fakta baru akan lahir berdasarkan pengamatan fenomena-fenoomena sekarang/saatt ini.
b.      Teori memperkecil jankauan: fungsi utama dari teori adalah memberikan batasan terhadap ilmuu dengan cara memperkecil jangkauan (range) dari fakta yang sedang dipelajari.
c.       Teori meringkas fakta : teori melakukan perannya meringkas hasil penelitian.
d.      Teori memperjelas celah kosong ; dengan kemampuannya meringkas fakta-fakta saat ini dan melakukan prediksi
e.       Fakta mempraakarsai teori;
f.       Fakta memformulasikan kembalii teori yang ada;
g.      Fakta dapat menolak teori;
h.      Fakta memberi jalan mengubah teori.
B.     Konsep Dasar Fakta
1.      Pengertian Data
Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden atau yang berasal dari dokumen-dokumen, baik dalam bentuk statistik maupun dalam bentuk lainnya untuk keperluan penelitian.
Data adalah bahan mentah yang diperoses untuk menjadikan informasi (tata sutabri, 2005:16)
C.     Konsep Dasar Informasi
1.      Pengertian Informasi
Informasi adalah suatu data yang sudah diolah atau sudah diposes sehingga menjadi suatu bentuk yang memiliki arti bagi penerima informasi yang memiliki nilai barmanfaat.
Menurut Raymond Mc leod (1995),“informasi adalah data yang sudah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang “
Tata Sutabri (2005) menyatakan bahwa informasi “ adalah data yang telah diklarifikasi atau diolah atau diinterprestasikan untuk dignakan dalam proses pengambilan keputusan.

Komentar