Resume BAB 6



BAB 6
KONSEP DASAR MANAJEMEN
DALAM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

A.   Hakikat dan Konsep Manajemen

1.    Pengertian Manajemen
Definisi manajemen dapat dijelaskan sebagai berikut :
a.    Manajemen merupakan sebuah proses. Artinya, seluruh kegiatan manajemen yang dijabarkan ke dalam empat fungsi manajemen dilakukan secara berkesinambungan dan semuanya bermuara pada pencapaian tujuan.
b.    Pencapaian tujuan dilakukan melalui serangkaian aktivitas yang dikelompokkan ke dalam fungsi-fungsi manajemen dan mencakup fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian.
c.    Pencapaian tujuan dilakukan secara efektif dan efisien. Efektivitas merujuk pada serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan.
d.    Pencapaian tujuan perusahaan dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya organisasi.

2.    Prinsip-prinsip Manajemen
Agar proses manajemen dapat berhasil dengan baik, harus ada syarat-syarat manajemen yang harus dipenuhi, yaitu :
a.    Ada kekuasaan kerja;
b.    Kekuasaan dan pertanggungjawaban;
c.    Disiplin;
d.    Kesatuan komando;
e.    Kesatuan arah;
f.     Tujuan organisasi;
g.    Pemberian upah/gaji;
h.    Sentralisasi;
i.      Jenjang jabatan;
j.      Keteraturan;
k.    Keadilan;
l.      Kestabilan dalam organisasi;
m.   Tanpa inisiatif akan menjurus pada hal-hal yang bersifat rutin dan organisasi akan mengalami kerugian;
n.    Semangat korps.

3.    Tujuan Manajemen
Tujuan dalam manajemen sangat penting karena tujuan tersebut dapat :
a.    Mewujudkan suasana kerja sama yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan bermakna bagi para karyawan atau anggota;
b.    Menciptakan karyawan atau anggota yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendakian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara;
c.    Memenuhi salah satu kompetensi bekerja para anggota serta menunjang kompetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai manajer;
d.    Mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi;
e.    Membekali tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan;
f.     Mengatasi masalah mutu pekerjaan karena 80% adalahmutu para pekerja disebabkan manajemen.

4.    Peran Manajemen
Menurut Henry Mintzberg (1991), manajemen memiliki tiga peran, sebagai berikut :
a.    Peran interpersonal;
b.    Peran informational;
c.    Peran decisional.

B.   Kegiatan dalam Fungsi Manajemen

1.    Fungsi Perancanaan (Planning)
Menurut Bintoro Tjokroaminoto (Husaini Usman, 2010:65), perencanaan adalah proses mempersiakan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan dalam mencapai tujuan tertentu.
2.    Fungsi Perorganisasion (Organizing)
Menurut Handoko (Husaini Usman, 2010: 146), pengorganisasian adalah :
a.    Penetuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi;
b.    Proses perancangan dan pengembangan suatu organsasi yang akan dapat membawa hal-hal tersebut ke arah tujaun;
c.    Penugasan tanggung jawab tertentu;
d.    Pendelegasian  wewenang yang diperlukan individu-individu untuk melaksanakan tugasnya.
3.    Fungsi Pelaksanaan (Actuating)
4.    Fungsi Pengawasan (Controlling)

C.   Tipe Kegiatan Manajemen

Tipe Manajemen
Kegiatan manajemen dihubungkan dengan tingkatannya dalam organisasi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut :
a.    Perencanaan Strategi;
b.    Pengendalian manajemen;
c.    Proses pengendalian manajemen terdiri atas;
d.    Pengendalian operasi.

D.   Pengawasan dalam Manajemen

1.    Pengertian Pengawasan
Robert J. Mockler (T.Hani Handoko,1996:360) mengemukakan bahwa pengawasan manajemen adalah suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perancanaan, merancang sistem umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpangan serta mengambil tindakan koreksi yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya diperlukan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan.

2.    Tipe-tipe Pengawasan
Donnelly et. Al. (Zuhad, 1996: 302) mengelompokkan pengawasan menjadi tiga tipe, yaitu :
a.    Pengawasan pendahuluan (preliminary control);
b.    Pengawasan pada saat kerja langsung (cocurrent control);
c.    Pengawasan feed back (feed back control).

3.    Tahap-tahap Proses Pengawasan
a.    Tahap penetapan standar;
b.    Tahap penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
c.    Tahap pengukuran pelaksanaan kegiatan;
d.    Tahap pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisi penyimpangan;
e.    Tahap pengambilan tindakan koreksi.
Menurut Kadarman (2001:161), langkah-langkah proses pengawasan yaitu sebagai berikut :
a.    Menetapkan standar;
b.    Mengukur kinerja;
c.    Memperbaiki penyimpangan;
d.    Unsur pokok dalam pengawasan.

4.    Pentingnya Pengawasan dalam Manajemen
Ada beberapa alasan pentingnya pengawasan, diantaranya sebagai berikut :
a.    Perubahan lingkungan organisasi;
b.    Peningkatan kompleksitas organisasi;
c.    Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahan;
d.    Kebutuhan manajer untuk mendelegasikan wewenang;
e.    Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi.

5.    Perancangan Proses Pengawasan
Wiliam H. Newman (1988) menetapkan prosedur sistem pengawasan dengan mengemukakan lima jenis pendekatn, yaitu sebagai berikut :
a.    Merumuskan hasil yang diinginkan;
b.    Menetapkan penunjuk hasil;
c.    Menetapkan standar penunjuk dan hasil;
d.    Menetapkan jaringan informasi dan umpan balik;
e.    Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksi.

6.    Bidang-bidang Pengawasan Strategik
Bidang strategk yang dapat membuat organisasi secara keseluruhan mencapai sukses, yaitu sebagai berikut :
a.    Transaksi keuangan;
b.    Hubungan manager dan bawahan;
c.    Operasi-operasi produktif.

7.    Alat Bantu Pengawasan Manajerial
Alat-alat pengawasan yang paling dikenal dan paling umum digunakan adalah sebagai berikut :
a.    Manajemen pengecualian (management by exception);
b.    Sistem informasi manajemen;
c.    Analisa rasio;
d.    Penganggaran.

Komentar